3.3 Outbound
3.3.1 Tujuan Modul
Section titled “3.3.1 Tujuan Modul”Modul Outbound memastikan seluruh pergerakan barang keluar dari gudang berjalan akurat, terkontrol, dan dapat ditelusuri dari order sampai dispatch. Boundary modul ini adalah berbasis arah pergerakan fisik: seluruh pergerakan yang keluar dari gudang dikelola di Outbound.
3.3.2 Aktor
Section titled “3.3.2 Aktor”- Warehouse Operator.
- Warehouse Supervisor.
- Admin Back-Office.
- Production Operator.
- QC Inspector.
- System.
3.3.3 State dan Status Inti Transaksi Outbound
Section titled “3.3.3 State dan Status Inti Transaksi Outbound”Status inti transaksi outbound yang wajib didukung sistem:
| Status | Keterangan |
|---|---|
| Draft | Dokumen outbound dibuat namun belum diproses. |
| Released | Dokumen dilepas ke antrian picking. |
| Picking | Proses pengambilan barang sedang berjalan. |
| Packed | Barang selesai dikemas atau diverifikasi, siap staging. |
| Staged | Barang berada di area staging menunggu dispatch. |
| Dispatch Ready | Seluruh validasi selesai, barang siap meninggalkan fasilitas. |
| Dispatched | Barang telah meninggalkan fasilitas dan dokumen ditutup. |
| Partial | Pemenuhan sebagian; sisa kuantitas menunggu fulfillment lanjutan. |
| Cancelled | Dokumen dibatalkan sebelum selesai. |
| Exception | Terdapat kondisi tidak sesuai yang menunggu resolusi supervisor. |
Aturan transisi minimum:
- Released harus melalui status Picking sebelum dapat berlanjut.
- Picking dapat berpindah ke Packed, Partial, atau Exception.
- Dispatch Ready hanya boleh dicapai setelah quality gate lulus.
- Partial membutuhkan rencana fulfillment lanjutan sebelum dapat ditutup.
- Dispatched menutup transaksi outbound dan memicu posting integrasi terkait.
- Exception hanya dapat ditutup oleh user berotorisasi Warehouse Supervisor.
3.3.4 Menu BRD: To Customer
Section titled “3.3.4 Menu BRD: To Customer”Pengiriman barang ke pelanggan eksternal berdasarkan Sales Order dari SAP.
| ID | Kebutuhan | Aktor | Prioritas | Kriteria Penerimaan |
|---|---|---|---|---|
| SRS-FR-OUT-001 | Sistem harus membentuk outbound order secara otomatis dari sales order yang valid. | System | P1 | Outbound order terbentuk dengan status Released dan tersedia di antrian picking. |
| SRS-FR-OUT-002 | Sistem harus menghasilkan picking order dari web admin beserta urutan rute picking yang efisien. | Admin Back-Office | P1 | Picking order tampil pada antrian mobile dengan urutan lokasi sesuai prioritas sistem. |
| SRS-FR-OUT-003 | Sistem harus mewajibkan scan lokasi dan scan item saat eksekusi picking di handheld. | Warehouse Operator | P1 | Picking tidak dapat ditutup tanpa scan lokasi dan item yang valid. |
| SRS-FR-OUT-004 | Sistem harus mendukung batch picking untuk mengkonsolidasikan beberapa order dalam satu rute. | System | P2 | Batch picking menghasilkan satu rute gabungan yang dapat dieksekusi operator. |
| SRS-FR-OUT-005 | Sistem harus mendukung picking prioritas atau urgent dengan antrean yang dapat disesuaikan. | Warehouse Supervisor | P2 | Order urgent naik ke posisi antrean tertinggi tanpa melanggar kontrol otorisasi. |
| SRS-FR-OUT-006 | Sistem harus mendukung partial fulfillment dan mencatat sisa kuantitas untuk fulfillment lanjutan. | System | P2 | Sisa kuantitas tercatat dengan status Partial dan tidak menutup order secara prematur. |
| SRS-FR-OUT-007 | Sistem harus mendukung packing (kemas ke paket) dan direct staging (tanpa packing) sesuai aturan order. | Warehouse Operator | P1 | Jalur yang dipilih tercatat dan tervalidasi sebelum barang masuk staging. |
3.3.5 Menu BRD: Warehouse Transfer
Section titled “3.3.5 Menu BRD: Warehouse Transfer”Pengiriman barang keluar menuju gudang atau lokasi internal lain dalam satu organisasi.
| ID | Kebutuhan | Aktor | Prioritas | Kriteria Penerimaan |
|---|---|---|---|---|
| SRS-FR-OUT-008 | Sistem harus mendukung pengiriman barang ke gudang atau lokasi internal lain sebagai outbound transfer. | Warehouse Operator | P1 | Dokumen transfer outbound dapat diproses hingga status Dispatched dengan jejak dokumen tujuan. |
| SRS-FR-OUT-009 | Sistem harus memvalidasi ketersediaan stok allocatable sebelum release transfer outbound. | System | P1 | Release gagal jika stok tidak mencukupi dan memberikan pesan kesalahan yang jelas. |
| SRS-FR-OUT-010 | Sistem harus mendukung partial transfer dengan sisa kuantitas tercatat untuk siklus berikutnya. | Warehouse Supervisor | P2 | Sisa kuantitas terdokumentasi dan tidak menutup dokumen secara prematur. |
3.3.6 Menu BRD: Raw Material Request
Section titled “3.3.6 Menu BRD: Raw Material Request”Pemenuhan permintaan material untuk menyuplai kebutuhan lantai produksi sebagai outbound resmi.
Catatan relasi proses: Raw Material Request ditempatkan sebagai subbagian resmi Outbound karena menghasilkan pergerakan fisik barang keluar dari gudang menuju area produksi.
| ID | Kebutuhan | Aktor | Prioritas | Kriteria Penerimaan |
|---|---|---|---|---|
| SRS-FR-OUT-011 | Sistem harus mendukung pembuatan dan pemenuhan material request sebagai outbound ke area produksi. | Production Operator | P1 | Material request menghasilkan task picking outbound yang tervalidasi. |
| SRS-FR-OUT-012 | Sistem harus mendukung mode scheduled dan urgent untuk material request. | System | P1 | Request urgent naik prioritas antrean tanpa melanggar kontrol otorisasi. |
| SRS-FR-OUT-013 | Sistem harus menerapkan approval pada material request sesuai kebijakan otorisasi yang berlaku. | Warehouse Supervisor | P1 | Request tidak dapat dieksekusi sebelum approval valid diterima. |
| SRS-FR-OUT-014 | Sistem harus mencatat relasi dokumen material request dengan transaksi outbound terkait. | System | P2 | Ketertelusuran dari permintaan hingga pengeluaran fisik tersedia di audit trail. |
3.3.7 Menu BRD: Misc. Outbound
Section titled “3.3.7 Menu BRD: Misc. Outbound”Pengeluaran barang khusus yang tidak berasal dari sales order atau transfer standar. Dikelompokkan sebagai Misc. Outbound karena arah pergerakan fisik adalah keluar dari gudang.
| ID | Kebutuhan | Aktor | Prioritas | Kriteria Penerimaan |
|---|---|---|---|---|
| SRS-FR-OUT-015 | Sistem harus mendukung Outbound QC Request untuk kebutuhan sampling atau inspeksi. | QC Inspector | P1 | Kuantitas sampling terpisah dari kuantitas pengiriman normal dan tercatat dengan tujuan jelas. |
| SRS-FR-OUT-016 | Sistem harus mendukung Outbound Tuker Guling sebagai skenario pengeluaran khusus. | Warehouse Supervisor | P1 | Dokumen keluar memiliki referensi alasan bisnis, tujuan, dan otorisasi yang valid. |
| SRS-FR-OUT-017 | Sistem harus mengklasifikasikan exception misc outbound per tipe dan mencatat owner penanganan. | Warehouse Supervisor | P2 | Setiap exception memiliki SLA tindak lanjut dan status resolusi yang dapat dipantau. |
3.3.8 Menu BRD: Dispatch
Section titled “3.3.8 Menu BRD: Dispatch”Validasi dan konfirmasi tahap akhir saat barang meninggalkan gudang atau loading dock.
| ID | Kebutuhan | Aktor | Prioritas | Kriteria Penerimaan |
|---|---|---|---|---|
| SRS-FR-OUT-018 | Sistem harus memblokir perubahan status ke Dispatch Ready bila quality gate belum lulus. | System | P1 | Barang yang tidak lolos quality gate tidak dapat berpindah ke status Dispatch Ready. |
| SRS-FR-OUT-019 | Sistem harus memvalidasi data minimum transportasi sebelum mengizinkan status Dispatched. | Warehouse Supervisor | P1 | Dispatch gagal jika identitas kendaraan atau data ekspedisi tidak tersedia. |
| SRS-FR-OUT-020 | Sistem harus menyediakan staging dan dispatch confirmation per kendaraan atau pengiriman. | Warehouse Supervisor | P1 | Dispatch mencatat identitas kendaraan, waktu, dan user penanggung jawab. |
| SRS-FR-OUT-021 | Sistem harus mencatat timestamp dan identitas user pada setiap perubahan status dispatch. | System | P1 | Riwayat status lengkap tersedia untuk keperluan audit operasional. |
| SRS-FR-OUT-022 | Sistem harus menangani exception dispatch: short pick, mismatch, damaged, dan data transportasi tidak lengkap. | Warehouse Supervisor | P2 | Dispatch tidak dapat ditutup sebelum exception ditutup atau disetujui supervisor. |
3.3.9 Aturan Bisnis
Section titled “3.3.9 Aturan Bisnis”- Boundary proses berbasis arah pergerakan fisik: seluruh pergerakan keluar dari gudang dikelola di modul Outbound.
- Return barang yang bergerak masuk ke gudang tidak dicatat sebagai Outbound.
- Picking order default dibuat di web admin; eksekusi picking dilakukan di handheld.
- Dispatch final hanya boleh dilakukan setelah quality gate lulus dan validasi data transportasi terpenuhi.
- Dispatch hanya dapat ditutup jika seluruh item order berstatus siap kirim atau exception telah disetujui.
3.3.10 Ketergantungan
Section titled “3.3.10 Ketergantungan”- Ketersediaan sales order, transfer order, atau material request yang valid.
- Ketersediaan stok on-hand dan allocatable.
- Kesiapan area staging outbound.
- Ketersediaan perangkat handheld dan label.
3.3.11 Bagian yang Tidak Diterapkan
Section titled “3.3.11 Bagian yang Tidak Diterapkan”- Optimisasi rute berbasis GIS eksternal: Not available.