Skip to content

Putaway Process

Proses Putaway adalah tahap penyimpanan terarah setelah receiving selesai. Tujuan utamanya adalah memastikan setiap unit barang ditempatkan ke lokasi yang tepat, aman, dan mudah diakses untuk proses operasional berikutnya.

Di Siloora WMS, putaway menjadi penghubung antara akurasi penerimaan dan efisiensi pemenuhan pesanan. Jika putaway berjalan disiplin, aktivitas picking menjadi lebih cepat, error lokasi berkurang, dan perputaran stok tetap sehat.

  1. Menempatkan barang ke lokasi simpan yang paling sesuai dengan karakter barang.
  2. Menjaga ketertiban layout gudang agar mudah dikendalikan.
  3. Mengurangi waktu pencarian barang pada saat picking.
  4. Mencegah salah lokasi yang dapat memicu selisih stok.
  5. Memastikan area staging tidak menjadi bottleneck operasional.
  1. Produktivitas tim gudang meningkat karena rute kerja lebih jelas.
  2. Manajemen memperoleh visibilitas atas kecepatan dan kualitas putaway.
  3. Risiko salah simpan, salah ambil, dan rework menurun.
  4. Kapasitas gudang dapat dimanfaatkan lebih optimal.

Siloora WMS mendukung beberapa pola putaway agar fleksibel terhadap volume inbound, karakter produk, dan kondisi operasional harian.

Skenario default ketika sistem memberikan saran lokasi simpan terbaik berdasarkan aturan gudang yang berlaku.

Karakter utama:

  1. Paling konsisten untuk operasi harian.
  2. Cocok untuk mayoritas barang reguler.
  3. Menekan keputusan manual yang tidak seragam.

Alur ringkas:

  1. Unit diterima dari proses receiving.
  2. Sistem menampilkan saran lokasi simpan.
  3. Petugas membawa unit ke lokasi yang disarankan.
  4. Lokasi dan unit dikonfirmasi saat penempatan.
  5. Task putaway ditutup.

Skenario untuk kondisi inbound besar dalam waktu singkat, agar perpindahan barang tetap cepat dan terkendali.

Karakter utama:

  1. Fokus pada efisiensi pergerakan tim.
  2. Mengurangi perjalanan bolak-balik yang tidak perlu.
  3. Cocok untuk jam sibuk atau puncak kedatangan.

Alur ringkas:

  1. Unit dikelompokkan berdasarkan area tujuan.
  2. Tim menjalankan pemindahan per batch.
  3. Penempatan dilakukan berurutan per zona.
  4. Setiap batch ditutup setelah seluruh unit terkonfirmasi.

3. Priority Putaway (Barang Prioritas Tinggi)

Section titled “3. Priority Putaway (Barang Prioritas Tinggi)”

Skenario untuk barang yang harus cepat tersedia, seperti barang fast-moving atau kebutuhan distribusi mendesak.

Karakter utama:

  1. Waktu simpan dipercepat.
  2. Fokus pada kesiapan barang untuk proses outbound.
  3. Meminimalkan waktu tunggu di staging.

Alur ringkas:

  1. Barang prioritas ditandai saat handover dari receiving.
  2. Sistem menempatkan task putaway sebagai prioritas atas.
  3. Tim mengeksekusi pemindahan lebih dahulu.
  4. Barang segera tersedia untuk proses lanjutan.

Skenario saat terjadi hambatan operasional, seperti lokasi penuh, pembatasan penempatan, atau kebutuhan area khusus.

Karakter utama:

  1. Menjaga alur tetap berjalan meski ada kendala.
  2. Membutuhkan keputusan cepat dari supervisor.
  3. Mencegah penumpukan unit di staging.

Alur ringkas:

  1. Petugas menemukan kendala di lokasi tujuan.
  2. Sistem meminta alokasi lokasi alternatif.
  3. Supervisor memvalidasi keputusan bila diperlukan.
  4. Unit ditempatkan di lokasi yang disetujui.
  5. Catatan pengecualian ditutup sebagai kontrol operasional.

Bagian ini menjelaskan langkah standar pelaksanaan putaway dari serah terima inbound sampai barang siap diproses oleh aktivitas berikutnya.

  1. Unit yang sudah lolos receiving masuk antrean putaway.
  2. Petugas memastikan unit berlabel lengkap dan terbaca.
  3. Prioritas task ditentukan berdasarkan kebutuhan operasional.

Fokus kontrol:

  1. Tidak ada unit tertinggal tanpa status kerja.
  2. Area staging tetap terkontrol.
  1. Task putaway dialokasikan ke petugas yang tersedia.
  2. Urutan task ditata menurut prioritas bisnis harian.
  3. Supervisor memantau beban kerja tim agar seimbang.

Fokus kontrol:

  1. Distribusi beban kerja yang adil.
  2. Eksekusi task tepat urutan prioritas.
  1. Petugas mengambil unit sesuai task aktif.
  2. Identitas unit diverifikasi sebelum perpindahan.
  3. Unit dipindahkan dengan prosedur keamanan kerja.

Fokus kontrol:

  1. Ketepatan unit yang diambil.
  2. Keselamatan pergerakan material handling.
  1. Petugas menuju area simpan sesuai arahan task.
  2. Rute dipilih untuk menghindari kemacetan jalur gudang.
  3. Unit tetap dalam kondisi aman selama perpindahan.

Fokus kontrol:

  1. Efisiensi waktu tempuh.
  2. Pencegahan kerusakan saat pemindahan.
  1. Lokasi tujuan dikonfirmasi sebelum penempatan.
  2. Unit ditempatkan dengan orientasi yang aman dan rapi.
  3. Penempatan dikonfirmasi sebagai bukti pekerjaan selesai.

Fokus kontrol:

  1. Ketepatan lokasi simpan.
  2. Kerapian dan keamanan susunan barang.
  1. Jika lokasi tidak tersedia, petugas melaporkan pengecualian.
  2. Sistem atau supervisor mengarahkan lokasi alternatif.
  3. Unit dipindahkan sesuai keputusan yang disetujui.

Fokus kontrol:

  1. Tidak ada task menggantung tanpa keputusan.
  2. Keputusan pengecualian terdokumentasi dengan baik.
  1. Task putaway ditutup setelah penempatan terkonfirmasi.
  2. Status unit diperbarui menjadi siap diproses aktivitas berikutnya.
  3. Tim supervisor memantau backlog dan performa shift.

Fokus kontrol:

  1. Tidak ada backlog tersembunyi.
  2. Barang siap dipicking pada waktu yang dibutuhkan.

Gunakan alur naratif berikut saat membawakan topik putaway:

  1. Unit diterima dari proses receiving.
  2. Task putaway diprioritaskan sesuai kebutuhan operasional.
  3. Petugas mengambil unit dari staging dengan aman.
  4. Unit dibawa ke area simpan yang ditentukan.
  5. Lokasi dikonfirmasi dan unit ditempatkan rapi.
  6. Kendala lokasi ditangani melalui alur pengecualian.
  7. Task ditutup dan barang siap untuk proses berikutnya.

Pengecualian Umum dan Tindakan Operasional

Section titled “Pengecualian Umum dan Tindakan Operasional”

Tindakan:

  1. Aktifkan alokasi lokasi alternatif.
  2. Prioritaskan area overflow yang masih sesuai aturan gudang.
  3. Laporkan pola kepenuhan berulang untuk evaluasi kapasitas.

Tindakan:

  1. Hentikan task terkait sebelum efeknya meluas.
  2. Pindahkan unit ke lokasi yang benar secepat mungkin.
  3. Lakukan briefing ulang pada tim untuk mencegah pengulangan.

Tindakan:

  1. Terapkan skema batch putaway sementara.
  2. Naikkan prioritas barang dengan kebutuhan distribusi cepat.
  3. Tambahkan dukungan personel pada periode puncak.

Untuk evaluasi performa level operasional dan manajemen, gunakan indikator berikut:

  1. Waktu siklus putaway dari handover hingga closing task.
  2. Tingkat ketepatan lokasi penempatan unit.
  3. Persentase task putaway selesai tepat waktu.
  4. Volume backlog putaway per shift.
  5. Tingkat kejadian pengecualian lokasi.
  1. Menyerahkan unit yang siap diproses dengan status jelas.
  2. Menjaga area staging tetap tertib untuk proses lanjutan.
  1. Menjalankan pemindahan dan penempatan unit sesuai task.
  2. Menjaga ketepatan lokasi dan kecepatan penyelesaian.
  1. Mengatur prioritas task berdasarkan kebutuhan bisnis harian.
  2. Mengendalikan backlog dan menyelesaikan hambatan lapangan.
  1. Memantau konsistensi penempatan terhadap tata kelola stok.
  2. Mendorong perbaikan berkelanjutan pada akurasi lokasi.

Dengan desain putaway yang terstruktur, Siloora WMS membantu gudang menjaga keteraturan ruang simpan sekaligus mempercepat kesiapan barang untuk dipicking. Dampaknya terlihat pada berkurangnya salah lokasi, turunnya backlog, dan meningkatnya kecepatan layanan operasional secara menyeluruh.

Dokumen ini dapat digunakan sebagai materi presentasi lintas fungsi untuk menyamakan standar eksekusi putaway di level tim lapangan maupun manajemen operasional.