Skip to content

3.2 Inbound

Modul Inbound memastikan seluruh pergerakan barang masuk ke gudang tercatat akurat, tervalidasi, dan siap digunakan oleh proses berikutnya. Boundary modul ini adalah berbasis arah pergerakan fisik: seluruh pergerakan yang masuk ke gudang dikelola di Inbound.

  1. Warehouse Operator.
  2. Warehouse Supervisor.
  3. Supplier User.
  4. QC Inspector.
  5. Production Operator.
  6. Admin Back-Office.
  7. System.

3.2.3 State dan Status Inti Transaksi Inbound

Section titled “3.2.3 State dan Status Inti Transaksi Inbound”

Status inti transaksi inbound yang wajib didukung sistem:

StatusKeterangan
DraftDokumen inbound dibuat namun belum dikonfirmasi.
ScheduledJadwal kedatangan dikonfirmasi.
ArrivedKendaraan atau barang tercatat masuk fasilitas.
ReceivingProses penghitungan dan verifikasi fisik sedang berjalan.
Quality HoldBarang ditahan untuk pemeriksaan QC.
Putaway ReadyVerifikasi selesai, barang siap dipindah ke storage.
CompletedSeluruh unit selesai putaway dan dokumen ditutup.
CancelledDokumen dibatalkan sebelum selesai.
ExceptionTerdapat ketidaksesuaian yang menunggu resolusi supervisor.

Aturan transisi minimum:

  1. Scheduled hanya boleh berpindah ke Arrived atau Cancelled.
  2. Arrived hanya boleh berpindah ke Receiving.
  3. Receiving dapat berpindah ke Quality Hold, Putaway Ready, atau Exception.
  4. Putaway Ready hanya boleh berpindah ke Completed setelah seluruh unit selesai putaway.
  5. Exception hanya dapat ditutup oleh user berotorisasi Warehouse Supervisor.

Penerimaan barang dari pemasok eksternal dengan atau tanpa ASN berdasarkan SAP Purchase Order.

IDKebutuhanAktorPrioritasKriteria Penerimaan
SRS-FR-INB-001Sistem harus mendukung receiving berbasis ASN atau inbound order (Expected Receiving).Warehouse OperatorP1Operator dapat menyelesaikan receiving dengan referensi dokumen dan jejak audit lengkap.
SRS-FR-INB-002Sistem harus mendukung receiving tanpa referensi dokumen (Blind Receiving).Warehouse OperatorP1Operator dapat menyelesaikan receiving manual dengan jejak audit lengkap.
SRS-FR-INB-003Sistem harus memvalidasi kuantitas terima terhadap dokumen referensi supplier.SystemP1Selisih kuantitas secara otomatis mengubah status dokumen menjadi Exception.
SRS-FR-INB-004Sistem harus mencatat timestamp gate-in, mulai receiving, dan close receiving.SystemP1Lead time inbound dapat dihitung per dokumen dan per periode.
SRS-FR-INB-005Sistem harus memblokir alokasi outbound untuk barang yang belum berstatus Completed.SystemP1Barang dengan status selain Completed tidak dapat dialokasikan ke proses outbound.

Penerimaan barang yang berasal dari gudang atau lokasi internal lain dalam satu organisasi.

IDKebutuhanAktorPrioritasKriteria Penerimaan
SRS-FR-INB-006Sistem harus mendukung penerimaan barang dari gudang atau lokasi internal lain sebagai inbound transfer.Warehouse OperatorP1Dokumen transfer inbound dapat diproses hingga status Completed dengan jejak dokumen asal.
SRS-FR-INB-007Sistem harus memvalidasi kesesuaian item dan kuantitas terhadap dokumen transfer asal.SystemP1Ketidaksesuaian secara otomatis mengubah status menjadi Exception.
SRS-FR-INB-008Sistem harus mengklasifikasikan exception transfer berdasarkan tipe: over-receive, short-receive, wrong item, atau wrong location.Warehouse SupervisorP2Setiap exception memiliki tipe terdefinisi, penanggung jawab, dan status resolusi.

Transaksi inbound anomali yang tidak berasal dari order pembelian standar. Dikelompokkan sebagai Misc. Inbound karena arah pergerakan fisik adalah masuk ke gudang.

IDKebutuhanAktorPrioritasKriteria Penerimaan
SRS-FR-INB-009Sistem harus mendukung Return Tuker Guling sebagai skenario inbound khusus.Warehouse SupervisorP1Transaksi memiliki referensi dokumen asal, alasan, dan tujuan yang jelas.
SRS-FR-INB-010Sistem harus mendukung Return from Production sebagai inbound ke gudang.Production OperatorP1Material kembali tercatat ke lokasi inbound yang valid sesuai aturan kualitas berlaku.
SRS-FR-INB-011Sistem harus mendukung Return QC sebagai inbound dari alur karantina atau reject.QC InspectorP1Barang hanya masuk stok tersedia setelah release QC oleh user berotorisasi.

Pencetakan label barcode atau QR untuk material internal MKCJ yang belum berlabel standar.

IDKebutuhanAktorPrioritasKriteria Penerimaan
SRS-FR-INB-012Sistem harus menyediakan pencetakan label barcode atau QR untuk material yang belum berlabel.Warehouse OperatorP1Label dapat dicetak dari perangkat mobile maupun web sesuai hak akses pengguna.
SRS-FR-INB-013Sistem harus memvalidasi keterbacaan label sebelum barang dapat lanjut ke tahap Putaway Ready.Warehouse OperatorP1Barang tanpa label yang tervalidasi tidak dapat berpindah ke status Putaway Ready.
SRS-FR-INB-014Sistem harus mendukung cetak ulang label dengan jejak alasan dan otorisasi.Warehouse SupervisorP2Setiap reprint label tercatat dengan identitas pengguna, waktu, dan alasan cetak ulang.

Penempatan fisik barang dari area receiving ke storage bin yang ditentukan sistem.

IDKebutuhanAktorPrioritasKriteria Penerimaan
SRS-FR-INB-015Sistem harus memberikan rekomendasi lokasi putaway berbasis zona, kapasitas, dan klasifikasi barang.SystemP1Lokasi rekomendasi valid terhadap aturan kapasitas dan kompatibilitas barang.
SRS-FR-INB-016Sistem harus mendukung directed putaway sebagai mode standar eksekusi.Warehouse OperatorP1Operator mengikuti instruksi sistem dan menyelesaikan putaway dengan scan konfirmasi lokasi.
SRS-FR-INB-017Sistem harus mendukung exception putaway dengan approval dari supervisor berotorisasi.Warehouse SupervisorP1Exception putaway tidak dapat ditutup tanpa persetujuan supervisor.
SRS-FR-INB-018Sistem harus mewajibkan scan lokasi tujuan saat penempatan fisik.Warehouse OperatorP1Putaway gagal jika scan lokasi tidak sesuai instruksi sistem.
SRS-FR-INB-019Sistem harus menutup inbound ke status Completed hanya setelah seluruh unit selesai putaway.SystemP1Tidak ada unit yang tersisa dalam status Putaway Ready saat dokumen berpindah ke Completed.
  1. Boundary proses berbasis arah pergerakan fisik: seluruh pergerakan masuk ke gudang dikelola di modul Inbound.
  2. Return barang yang bergerak masuk ke gudang dicatat sebagai transaksi Inbound, bukan Outbound.
  3. Koreksi atau relokasi internal tanpa perpindahan masuk atau keluar gudang dikelola pada modul Stock Operations.
  4. Barang berstatus Quality Hold wajib ditempatkan di lokasi karantina yang terpisah dari stok reguler.
  5. Putaway wajib mematuhi batas kapasitas lokasi dan aturan klasifikasi barang.
  1. Ketersediaan dokumen ASN, Purchase Order, atau transfer order yang valid.
  2. Ketersediaan perangkat scan dan printer label.
  3. Kesiapan area staging inbound.
  4. Ketersediaan konfigurasi parameter aturan putaway.
  1. Optimisasi slotting berbasis AI secara real-time: Not available.