End-to-End Process Map merangkum aliran utama operasional WMS Siloora secara menyeluruh, dari barang masuk (inbound), pergerakan internal, pemenuhan outbound, hingga reverse flow return. Dokumen ini menjadi panduan lintas fungsi untuk memastikan setiap handoff proses berjalan konsisten.
Cakupan proses pada peta ini:
Receiving
Putaway
Material Request
Stock Move
Shipping
Picking
Packing (opsional)
Dispatch
Return
Replenishment (proses pendukung availability)
Cycle Count / Stock Opname (proses kontrol akurasi)
Exception & Escalation Matrix (proses kontrol deviasi)
Mobile-first: aktivitas lapangan dieksekusi melalui handheld.
Admin-first untuk kontrol: pembuatan order, approval, dan monitoring dilakukan via web admin.
Status-driven flow: setiap transisi proses bergantung pada status transaksi sebelumnya.
Controlled exception: deviasi wajib mengikuti matriks exception dan jalur eskalasi.
A[Receiving] --> B[Putaway]
B --> C[Storage Available]
C --> D[Shipping / Outbound Order Ready]
E --> F{Packing Required?}
I --> J[Status Akhir: Dispatch]
C --> K[Replenishment Support]
C --> L[Cycle Count Control]
M -- Ya --> N[Return Process]
M -- Tidak --> O[Close Operational Cycle]
P -- Customer Return --> Q[Quarantine reason: customer return]
P -- Return Produksi --> R[Stock Gudang Produksi]
P -- RTV --> S[Quarantine reason: RTV]
T -- Ya --> U[Mixing + API Timbangan: berat & kadar]
T -- Tidak --> V[Direct Stock Posting]
Q --> W[Disposition: restock/reject/RTV]
S --> X[Dispatch to Vendor]
Tahap Input Aktivitas Kunci Output Owner Utama Receiving Dokumen inbound + barang fisik Validasi & penerimaan Stok terima Staff Gudang Putaway Stok terima Penempatan ke lokasi simpan Stok available di storage Staff Gudang Replenishment Stok picking menipis Pindah bulk/reserve ke picking Ketersediaan picking terjaga Supervisor + Eksekutor Shipping Outbound Order dari SAP Validasi kesiapan order outbound Kandidat order untuk picking Admin Warehouse Picking Outbound order siap Ambil item dari lokasi Item siap staging/packing Picker Packing (opsional) Item hasil picking Konsolidasi/pack + label Stock kit / paket siap staging Staff Packing Dispatch Barang siap staging + data transport minimum Verifikasi akhir dan ubah status Status Dispatch Supervisor Return Trigger dari customer/produksi/RTV Penerimaan reverse flow + disposisi Karantina / stok produksi / RTV out Supervisor + Manager Cycle Count Jadwal periodik/ad-hoc Hitung fisik + adjustment approval Akurasi stok terjaga Counter + Manager Gudang Exception Control Exception ticket Respons, eskalasi, resolusi Proses pulih sesuai SLA Owner proses + manajemen
Jika packing dibutuhkan: hasil picking diproses packing, cetak label, lalu ke staging.
Jika packing tidak dibutuhkan: item bergerak langsung ke staging.
Customer return: wajib masuk karantina dengan alasan customer return.
Return raw material produksi: langsung ke stok gudang produksi, tanpa karantina.
RTV: barang masuk karantina alasan RTV, lalu dikirim ke supplier.
Slurry dalam tangki dan belum dalam tangki digabungkan.
Dilakukan mixing.
Berat akhir dan kadar persentase dikirim via API REST timbangan produksi.
Data disimpan di WMS untuk posting stok final.
Gate Aturan Gate Dokumen Transaksi tidak berjalan tanpa referensi order/dokumen yang valid Gate Status Proses berikutnya hanya boleh berjalan jika status proses sebelumnya valid Gate Data Minimum Dispatch Wajib ada detail ekspedisi atau nomor polisi Gate Karantina Return Customer return dan RTV wajib karantina Gate Freeze Cycle Count Scope count wajib freeze (partial freeze diperbolehkan) Gate Approval Adjustment Adjustment stok hanya oleh otoritas yang ditetapkan
KPI Target Order outbound selesai hingga status Dispatch sesuai SLA ≥ 95% Akurasi stok pasca cycle count ≥ 99% Return yang diproses sesuai jalur yang benar 100% Kepatuhan gate data minimum dispatch 100% Kepatuhan exception SLA (respons + resolusi) ≥ 90%
Replenishment dan Cycle Count adalah proses transversal yang mendukung kestabilan flow utama.
Exception & Escalation Matrix wajib menjadi referensi saat terjadi deviasi di titik mana pun.
Integrasi SAP (outbound source) dan API timbangan produksi (slurry return) adalah titik integrasi kritikal yang harus dimonitor.