Skip to content

Exception & Escalation Matrix

Exception & Escalation Matrix adalah standar respons insiden operasional lintas proses WMS agar setiap exception ditangani secara konsisten, terukur, dan terdokumentasi. Dokumen ini menjadi referensi tunggal untuk:

  1. Klasifikasi tingkat keparahan insiden.
  2. Target waktu respons dan penyelesaian (SLA).
  3. Jalur eskalasi berdasarkan peran dan batas waktu.
  4. Kriteria kapan transaksi boleh dilanjutkan, ditahan, atau dibatalkan.

Matriks ini berlaku untuk seluruh proses user requirements: Receiving, Putaway, Material Request, Stock Move, Shipping, Picking, Packing, Dispatch, Return, Replenishment, dan Cycle Count.

  1. Mengurangi downtime operasional akibat exception yang tidak tertangani cepat.
  2. Menjamin konsistensi keputusan ketika terjadi deviasi proses.
  3. Menjaga kualitas data stok dan traceability transaksi.
  4. Meminimalkan risiko salah kirim, kehilangan stok, dan ketidakpatuhan SOP.
  5. Menyediakan dasar audit untuk evaluasi performa operasional.
SeverityDefinisiContoh DampakSLA ResponsSLA ResolusiOtoritas Keputusan
SEV-1 KritikalProses utama berhenti total atau risiko bisnis tinggi langsungDispatch terblokir total, discrepancy stok masif, API kritikal gagal total≤ 15 menit≤ 4 jamManager Gudang + Manager Operasional
SEV-2 TinggiProses berjalan terbatas, berdampak ke SLA order atau akurasi signifikanPicking tertunda batch besar, freeze tidak bisa dilepas≤ 30 menit≤ 8 jamManager Gudang
SEV-3 SedangDampak lokal pada sebagian item/lokasi, ada workaroundNot found pada beberapa item, partial replenishment berulang≤ 1 jam≤ 1 hari kerjaSupervisor Gudang
SEV-4 RendahDampak minor administratif, tidak menghentikan alur utamaKesalahan label, mismatch catatan non-kritis≤ 4 jam≤ 3 hari kerjaSupervisor Gudang
TahapPenanggung JawabBatas Waktu Naik LevelKriteria Naik Level
L1 OperasionalStaff Gudang / Operator Produksi / Forklift Operator15-30 menit dari deteksiTidak bisa diselesaikan di level eksekusi lapangan
L2 SupervisiSupervisor Gudang30-60 menit dari L1Butuh override proses, keputusan partial, atau investigasi lintas lokasi
L3 ManajerialManager Gudang1-2 jam dari L2Dampak ke SLA customer/supplier, butuh adjustment signifikan
L4 Lintas FungsiManager Operasional + IT + QA (jika relevan)Sesuai severity SEV-1/SEV-2Masalah sistemik, kegagalan integrasi, atau risiko compliance
ProsesExceptionSeverityDeteksi UtamaRespons AwalEskalasiSLA ResolusiKeputusan Akhir
ReceivingBarang datang tanpa referensi dokumen validSEV-2Validasi dokumen inbound gagalTahan penerimaan, verifikasi dokumen asalSupervisor → Manager Gudang≤ 8 jamTerima terbatas atau tolak penerimaan
ReceivingSelisih kuantitas signifikan saat bongkarSEV-2Varians kuantitas di handheldLock baris item, lakukan recountSupervisor → Manager Gudang≤ 8 jamTerima parsial / reject parsial
PutawayLokasi tujuan penuh atau tidak validSEV-3Scan lokasi gagal validasiAlihkan ke lokasi alternatif sesuai ruleSupervisor≤ 1 hari kerjaRe-slotting lokasi
Material RequestMR dibuat melebihi ketersediaanSEV-3Sistem deteksi over-requestUbah kuantitas atau split MRSupervisor≤ 1 hari kerjaApprove parsial / tunda
Stock MoveItem tidak ditemukan di lokasi asalSEV-2Scan item tidak cocok / not foundHentikan move, lakukan cek lokasi alternatifSupervisor → Manager Gudang≤ 8 jamRecount / adjustment / cancel move
ShippingOutbound Order tidak lengkap untuk diprosesSEV-3Validasi mandatory field gagalTahan release shippingSupervisor≤ 1 hari kerjaLengkapi data lalu lanjut
PickingShort pick pada item prioritas orderSEV-2Kuantitas pick < kebutuhan orderJalankan short pick handling + notify plannerSupervisor → Manager Gudang≤ 8 jamPartial fulfill / reschedule
PackingLabel packing gagal dicetakSEV-3Printer/API label errorTahan packing completion item terkaitSupervisor → IT≤ 1 hari kerjaReprint label / reroute batch
DispatchData ekspedisi atau nomor polisi tidak tersediaSEV-2Rule pre-dispatch gagalBlokir perubahan status DispatchSupervisor → Manager Gudang≤ 8 jamLengkapi salah satu data lalu dispatch
DispatchBarang staging tidak sesuai outboundSEV-1Verifikasi staging mismatch kritikalStop dispatch batch terkaitSupervisor → Manager Gudang → Manager Operasional≤ 4 jamRe-konsolidasi staging + re-verify
ReturnCustomer return tidak masuk karantinaSEV-1Rule status quarantine gagalLock item, ubah status paksa ke karantinaSupervisor → Manager Gudang → IT≤ 4 jamKoreksi status + audit trail
Return (Slurry)API timbangan tidak mengirim berat/kadar akhirSEV-2Status Pending API ConfirmationTahan posting stok final slurrySupervisor → IT → Manager Gudang≤ 8 jamRetry API / input terkontrol via approval
ReplenishmentLokasi bulk kehabisan stok saat eksekusiSEV-3Validasi kuantitas gagal saat scanJalankan partial replenishmentSupervisor≤ 1 hari kerjaBuat order lanjutan / ubah sumber
ReplenishmentReplenishment urgent tidak selesai sesuai SLASEV-2Monitor SLA breachPrioritaskan ulang task aktifSupervisor → Manager Gudang≤ 8 jamEscalated dispatch support
Cycle CountVarians besar tanpa recountSEV-2Rule varians threshold terlampauiBlokir adjustment otomatisSupervisor → Manager Gudang≤ 8 jamRecount wajib sebelum approval
Cycle CountFreeze scope gagal diterapkanSEV-1Transaksi masih lolos di scope countHentikan transaksi manual, aktifkan incident modeSupervisor → IT → Manager Operasional≤ 4 jamPerbaikan kontrol freeze + recount
  1. Exception terdeteksi oleh sistem (rule validation) atau user lapangan.
  2. Sistem membuat tiket exception dengan timestamp, proses, dokumen referensi, dan owner awal.
  3. Severity awal diassign otomatis berdasarkan jenis exception.
  1. Eksekutor lapangan melakukan tindakan aman awal: hold, lock, atau stop transaksi terkait.
  2. Bukti pendukung dilampirkan (scan, foto, catatan lokasi, screenshot error).
  3. Jika tidak selesai dalam ambang L1, tiket naik ke Supervisor.
  1. Supervisor melakukan verifikasi data dan memilih tindakan: lanjut, partial, tunda, atau batal.
  2. Untuk exception SEV-1/SEV-2 atau yang melampaui otoritas supervisor, eskalasi ke Manager Gudang.
  3. Manager Gudang menetapkan keputusan final operasional dan kebutuhan koreksi data.
  1. Sistem atau user mengeksekusi tindakan pemulihan sesuai keputusan final.
  2. Validasi ulang dilakukan untuk memastikan proses kembali normal.
  3. Tiket ditutup dengan root cause, tindakan korektif, dan tindakan pencegahan.
AreaAturan
Override kuantitasHanya supervisor ke atas, wajib alasan tertulis
Stock adjustmentKhusus Manager Gudang (mengikuti aturan proses terkait, termasuk cycle count)
Bypass karantinaTidak diizinkan pada customer return dan RTV
Dispatch tanpa data minimumTidak diizinkan; minimal detail ekspedisi atau nomor polisi wajib tersedia
Perubahan severity tiketHanya supervisor ke atas, dengan alasan audit
KPITarget
Kepatuhan SLA respons exception≥ 95%
Kepatuhan SLA resolusi exception≥ 90%
Exception berulang (reopen rate)≤ 5% per bulan
Exception SEV-1 terselesaikan sesuai SLA100%
Tiket exception dengan root cause terdokumentasi100%